BE CREATIVE

“Kita semua mendambakan anak yang kreatif, bahkan mungkin menuntut anak untuk kreatif. Berbagai cara sudah kita lakukan untuk menstimulasi anak supaya kreatif. Namun tanpa kita sadari, terkadang cara kita sendirilah yang malah menjadi penghalang kreatifitas anak.”

Sebait pembuka ‘cemilan’ yang sangat menohok diri saya sebagai seorang ibu. Melecut diri lagi dari libur panjang yang melenakan. “Innalillahi.. entah berapa kali saya menghalangi proses kreatifitas yang sedang dijalani oleh anak-anak kami”, benakku.

Setiap anak terlahir dengan membawa fitrahnya. Tugas pengasuhan kita sebagai orang tua adalah untuk merawat dan menumbuhkan fitrahnya agar terus tumbuh dengan baik. Seperti halnya kreatifitas, fitrah yang dianugrahkan pada setiap anak yang terlahir ke dunia.

Sampai saat ini saya masih berproses memenej waktu saya agar lebih baik lagi dan lagi. Pekerjaan domestik yang tidak pernah ada habisnya masih menjadi momok yang sangat besar bagi saya. Anak-anak pun kadang terabaikan, terpaksa bermain sendiri tanpa kehadiran ibunya. Belum lagi kalau kami sedang lama bermalam di rumah ibu saya, meski saya ‘terbebas’ dari pekerjaan domestik yang membutuhkan banyak tenaga, tak melulu membuat saya bisa mengajak anak bermain yang lebih bermakna. Terlalu banyak alasan, ga ada bahannya lah, kurang itulah, kurang itulah, ah tidak kreatifnya saya. πŸ™ˆ

Ada beberapa hal yang sudah terfikirkan oleh saya untuk tantangan game kali ini, yaitu

1. Membuat target pagi, siang, sore dan malam

2. Mengefektifkan kembali kegiatan saya di dapur. (mengganti cemilan dengan yang lebih sehat dan simpel, seperti kolak pisang, bubur sumsum, dkk nya atau cukup dengan buah atau jus)

3. Melibatkan anak pada kegiatan memasak, sebagai aktivitasnya.

4. Merapikan rumah kembali dengan konsep konmari

5. Menargetkan diri minum air putih minimal 2,5 liter per hari

6. Mencari referensi natural daily routine skincare dan mengaplikasikannya secara rutin.

#Day1

#Tantangan10Hari

#GameLevel9

#KuliahBunsayIIP

#ThinkCreative

Iklan
Dipublikasi di Kuliah Bunsay IIP | Tag | Meninggalkan komentar

Semua Anak Adalah Bintang #2

Kemarin kami baru tiba di rumah kami kembali. Pada saat mandi Kinan melihat ada noda hitam di lantai kamar mandi,  lalu ia inisiatif mengambil sikat dan meminta sabun untuk menggosok lantai. Ia menggosok lantai dengan sungguh-sungguh sampai noda di lantai benar-benar hilang. 

MasyaAllah,  inilah fitrah anak-anak yang peduli, senang kebersihan dan senang membantu ya. Tapi terkadang kitalah sebagai orang dewasa yang tidak dapat menjaga fitrah tersebut.  Menganggap anak-anak hendak menggerecoki,  mengganggu atau malah memperbanyak pekerjaan kita. Padahal mereka benar-benar peduli dan ingin membantu kita.

Teringat kalimat di buku yang sedang saya baca ‘Jatuh Hati pada Montessori’: “Jika kita menginginkan anak kita dapat membantu kita membersihkan lingkungan dengan sempurna,  tentu kita akan frustrasi terus menerus.  Tapi jika kita menginginkan mereka menjadi anak yang PEDULI pada lingkungannya,  bukankah yang kita perlukan adalah MEMANFAATKAN dan MENJAGA FITRAH BAIK mereka yang memang sudah ada. ”

Setelah saya ingat-ingat Kinan memang sangat peduli dan tertarik sekali dengan perkerjaan rumah. Dia pernah menyapu remahan biskuit bekas ia makan saat kami sedang bermain di rumah teman.  Dia juga pernah inisiatif mencuci piring saat melihat tumpukan piring kotor saat kami di rumah omanya.  Dia pun dengan senang hati menawarkan bantuannya saat saya mengganti sprei.  MasyaAllah.  Semoga kami tetap bisa menjaga fitrah peduli ini,  bukan justru menjadi ‘perusak’  fitrah anak-anak kami.  Aamiin.. 

#Day2

#GameLevel7 

#Tantangan10Hari 

#KuliahBunsayIIP 

#BintangKeluarga

Dipublikasi di Kelas Bunda Sayang, Kuliah Bunsay IIP, Parenting, Portofolio Kinanti S. Aridhalillah | Tag , , | Meninggalkan komentar

Semua Anak Adalah BintangΒ 

Pada game kali ini kami ditantang untuk menjadi peneliti bagi buah hati kami.  Discovering ability atau menemukan kebisaan/kemampuan anak2 dengan cara mengamati anak itu sendiri. Menjadi orang tua yg penuh perhatian dan sensitif terhadap respon anak terhadap sesuatu.  Dan berusaha menemukan apa yg membuat anak (4E), yaitu anak enjoy,  excellent dan easy dalam melakukan sesuatu dan pada akhirnya anak dapat produktif (earn) pada hal yg ia lakukan tersebut. 

Pada usia Kinan (34 m) dan Rabbani (14 m) saat ini yang bisa saya lakukan mungkin masih pada tahap ‘enjoy’ dan ‘easy’ dengan mengamati apa yang membuat mata mereka berbinar-binar setiap melakukannya. Sejauh ini saya masih ‘hanya’ berusaha mengamati apa yg membuat Kinan berbinar-binar,  belum mencoba memberikan stimulus dan lalu mengamati responnya. 

Seperti umumnya anak-anak,  Kinan dan Rabbani sangat berbinar-binar ketika diberi kesempatan bermain air,  mereka akan betah berjam-jam untuk bermain air. Nah yang baru saya temukan adalah ternyata bukan hanya air,  Kinan pun sangat suka dengan angin.  Ia berteriak histeris dan matanya sangat berbinar-binar ketika angin kencang menampar-nampar wajahnya dan mengibarkan rambutnya yang ikal. Iya, Kinan sangat enjoy terhadap hal ini,  tapi apa yang bisa ia lakukan dengan easy terhadap angin kencang ini?  Saya pun belum tahu πŸ˜€ Mungkin dapat saya simpulkan Kinan begitu ekspresif dan mudah menemukan kesenangannya sendiri. Bukankah itu khasnya anak-anak? Hehe.. Entahlah.. Yang jelas saya terus mencatat dulu apa yg membuatnya berbinar-binar. πŸ™‚ 

#Day1

#GameLevel7

#Tantangan10Hari 

#KuliahBunsayIIP 

#BintangKeluarga

Dipublikasi di Kuliah Bunsay IIP, Parenting, Portofolio Kinanti S. Aridhalillah, Uncategorized | Tag , , | Meninggalkan komentar

Menstimulus Matematika Logis pada Anak #4

Hari ini kami bermain balok spons. Setelah bermain bebas, membuat rumah,  rumah burung,  kereta,  dll,  saya minta Kinan mengambil balok spons yang berbentuk balok semua ukuran. 

Kinan lalu mengumpulkan balok-baloknya.  Ada delapan balok yang ia. kumpulkan.  Lalu saya ajak ia menghitung jumlah balok yang sudah ia kumpulkan tersebut.  “Satu,  dua,  tiga,  empat,  lima,  enam,  tujuh,  delapan”  begitu katanya saat menghitung balok-baloknya. Dan saya kenalkan konsep panjang dan pendek,  mana balok yang lebih panjang dan lebih pendek. Kinan juga mencoba menyusun balok dengan posisi memanjang dan melebar. 

#Day4

#Tantangan10Hari 

#GameLevel6

#ILoveMath 

#MathAroundUs

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Menstimulus Matematika Logis pada Anak #3Β 

Hampir sepekan kami tinggal di Bekasi, rupanya membuat Kinan tidak ingin pulang ke rumahnya di Tangerang sana.

Saya:  “Inan mau pulang ke rumah inan ga? Mau minta jemput ay,  ga?” 

Kinan: “Ga,  Inan ga mau pulang.” 

S: “Inan mau di sini aja sama oma sama anti? Amma,  Ay sama Yayi pulang ya ke rumah Inan.” 

K: “Iya Inan mau di sini aja,  Inan mau sekolah PAUD, nanti dianter anti PAUD-nya.” 

S: “Kalau Inan di sini,  nanti Yayi main sama siapa?” 

K: “Kan ada Amma sama Ay.  Yayi mainnya sama Amma,  sama Ay.” 

S: “Kinan?” (Maksud saya sama Kinan juga ga,  mencoba mengetes logika dia) 

K: “Kan Inan di sini” 

S: “Oo Inan di sini,  jadi Yayi ga main sama Inan ya?” 

K: “Iya..” 

****

-Suara adzan berkumandang-

K: “Amma sholat udah adzan.” 

S: “Oo udah adzan ya,  nak..  Kalo adzan waktunya…. ?” 

K: “Sholat”. 

S: “Oke Amma sholat dulu ya..” 

***

Menurut saya dua peristiwa yang saya ceritakan di atas termasuk kemampuan berfikir logis..  Bener ga yah? 
#Day3

#Tantangan10Hari 

#GameLevel6

#ILoveMath 

#MathAroundUs

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Menstimulus Matematika Logis pada Anak #2

Pagi tadi oma minta dibelikan nasi uduk,  akhirnya saya dan Kinan pergi untuk membeli nasi uduk dan susu kedelai pesanan. 

Saya: “Nan,  coba hitung ini susu kedelainya ada berapa?” 

Kinan menghitung sambil menunjuk bungkusan susu kedelai. Satu,  dua,  tiga,  begitu katanya.

“Coba yang mana buat anti?”,  tanya saya.  “Ini”  (sambil menunjuk susu kedelai), jawab Kinan. 

 “Buat oma?”  saya melanjutkan pertanyaan.  “Ini” (lagi-lagi sambil menunjuk bungkusan susu kedelai),  jawab Kinan. 

“Punya Kinan mana?”,  tanya saya lagi.  “Yang ini”  (sambil mengangkat bungkusan susu kedelai yang sedang diminumnya),  jawab Kinan. 

“Nah terus buat amma mana?,  saya coba ‘mengetes’ apakah ia akan menunjuk ke bungkusan yang sudah ia tunjuk untuk oma dan antinya. Ternyata Kinan menjawab “Ga ada”.  *Good Job,  nan πŸ™‚ 

“Amma bagi dong”,  lanjut saya.  “Iya amma barengan inan”,  begitu jawabnya. 

“Oo.. Inan bareng amma,  anti bareng siapa?”,  tanya saya lagi. “Anti ga bareng siapa-siapa”, begitu jawabnya. πŸ˜€

****

“Sekarang udah terang,  waktunya bangun”, tiba-tiba Kinan nyeletuk. 

“Oo sekarang sudah terang,  waktunya bangun ya. Terus kalau gelap waktunya apa? saya menimpali. 

“Kalo gelap waktunya bobo”,  jawabnya.

“Oo jadi kalo gelap waktunya bobo,  kalo terang waktunya bangun ya”,  saya menyimpulkan. 

“Iyaaaaa.. “,  Kinan menjawab. 

“Kalau terang berarti si..?”,  saya mencoba memancing Kinan,  tapi tidak ada jawaban. 

“Kalau gelap berarti ma..?”, saya mencoba lagi.  Tapi reaksi Kinan sama,  bingung melanjutkan kalimat saya. 

*”PRnya mengenalkan konsep siang dan malam berarti ya πŸ™‚ 
#Day2 

#Tantangan10Hari 

#GameLevel6

#KuliahBunsayIIP 

#ILoveMath

#MathAroundUs

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Meninggalkan komentar

Menstimulus Matematika Logis pada Anak #1

Kemarin ketika sedang bermain di balkon rumah oma pada siang hari,  Kinan melihat bayangan bulat yg ternyata itu adalah bayangan (pelindung)  lampu jalanan. 

Kinan: “Itu apa,  ama?” 

Saya: “Itu bayangan lampu,  nak” Coba liat ini lampunya bentuknya lingkaran kan?  *Kinan mengiyakan.. Nah yg di bawah itu juga bentuknya lingkaran kan?  Itu namanya bayangan,  nak.. 

Selanjutnya saya tunjukkan bentuk-bentuk lingkaran yg ada di sekitar kami.  Ada pagar yg berbentuk lingkaran,  ada tutup kaleng wafer yg bentuknya lingkaran,  dll. 

S: “Ini bentuknya apa,  nak?” 

K:”Lingkaran”

S: “Kalo ini?” 

K: “Lingkaran”,  dst.. 

Angin bersemilir kencang sekali mengibarkan rambut kinan yg sedang tanpa hijabnya.

S: “Wah anginnya kencang sekali ya,  nan. Kalo ada angin rambut Inan bergerak ya.  Nih ada angin lagi nih, rambut inan bergerak lagi nih.” 

*Kinan merasakan rambutnya bergerak2 dielus angin,  sambil matanya merem-merem. πŸ˜€πŸ˜Š

S: “Nah kalo ga ada angin,  rambut Inannya juga ga bergerak,  diam aja kan.”

K:” iyaaaaaa.. ” (sambil bersorak dan terus menikmati hembusan angin yg menampar-nampar wajahnya)  

*Ini termasuk konsep matematika ga ya?  πŸ˜…

Selanjutnya saya kenalkan ia dengan bayangan.  Kami bermain bayangan tangan dan saya selipkan konsep ‘besar dan kecil’.  

S: “Tangan siapa yg besar nak?” 

K: “Amma” 

S: “Yang kecil tangan siapa?” 

K: “Inan”. 
#Day1 

#GameLevel6

#KuliahBunsayIIP 

#ILoveMath

#MathAroundUs

Dipublikasi di Kuliah Bunsay IIP | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Kendalikan Intonasi Suara dan Gunakan Suara Ramah

Failed!

Hari ini saya gagal menerapkan kaidah-kaidah komunikasi produktif karena jengkel. πŸ˜₯

Jengkel anak ga mau tidur siang, jengkel karena anak BAB sembarangan, pupnya berceceran dimana-mana.. πŸ˜‘

Tak terhindarkan teriakan-teriakan kemarahan yang berujung pada penyesalan. Ah kemana teori-teori parenting itu saat emosi meluap..

Maafkan amma ya, nan πŸ˜₯

#level1

#day2

#tantangan10hari 

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Dipublikasi di Kelas Bunda Sayang | Tag | Meninggalkan komentar

Keep It Short and Simple

Materi pertama kelas Bunda Sayang sudah dibagikan dan dibahas sepuluh hari yang lalu, tapi saya belum juga memulai untuk memenuhi tantangan.

Komunikasi merupakan satu hal yang penting dalam hidup kita. Bahkan sering kali konflik muncul karena kesalahan kita dalam berkomunikasi. 
-Keep It Short and Simple (KISS)-

Seringkali saya berbicara panjang dan lebar kepada sulung kami, berharap dia mampu memahami dan segera melaksanakan apa yang saya ingin ia kerjakan.

*Saat itu Kinanti sudah menyelesaikan makan siangnya

Saya: “Inan kalau habis makan itu piringnya langsung ditarok di tempat cucian piring ya, nak. Supaya dst..dst…”

*Kinan cuek aja, tetap bermain-main dengan alat makannya.

Beberapa menit kemudian

Saya: “Inan piringnya tarok di tempat cucian piring ya, nak”

Kinan: “Iyaaa” (dan langsung beranjak ke tempat cucian piring).

Alhamdulillah..

Cukup sesederhana itu ternyata πŸ™‚
#level1

#day1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Dipublikasi di Kelas Bunda Sayang | Meninggalkan komentar

Aliran RasaΒ 

Sungguh bersyukur sekali bertemu kelas matrikulasi

Menjadi jawaban atas kebingungan diri

Menunjukkan jalan ke arah solusi yang sudah lama dicari

Menjadi ibu yang penuh percaya diri akan segala potensi yang dimiliki

Terimakasih atas segala bekal diri yang sudah dibagi

Terimakasih atas kehangatan yang diberi layaknya mentari

Semoga kami mampu ‘keras’ pada diri sendiri untuk melaksanakan apa yang sudah dipelajari

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Meninggalkan komentar